MTA Cabang Sukoharjo 7 - Pada hari Jum'at, 12 Agustus 2016 bakda Isya' warga bersama sama menjenguk anak bapak Ranto yang sedang dirawat di DKR/ RSUD Sukoharjo, Jawa Tengah.
Njagong kerumah bapak Supadi
MTA Cabang Sukoharjo 7 - Salah satu warga punya hajat menikahkan putrinya yaitu bapak Supadi, yang beralamat di Kutorejo, Jetis, Sukoharjo (Barat Alun alun Sukoharjo), pada hari minggu 7 Agustus 2016. Warga khususnya bapak bapak terlihat kompak duduk bersama njagong dirumah beliau pada hari H.
GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN
MTA CABANG SUKOHARJO 7 - Untuk kesekian kalinya warga melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan di sekitar gedung, selain untuk menjaga kebersihan, kegiatan ini dilakukan guna mempersiapkan pengajian gabungan Putri/ Ibu-ibu MTA seluruh cabang di Kecamatan Sukoharjo, yakni MTA Cabang Sukoharjo 1 sampai MTA Cabang Sukoharjo 7. pengajian Inshaa Alloh akan diselenggarakan pada pertengahan bulan Agustus 2016. (budi masterpiece/mtaskh7).
MTA Se Sukoharjo Ikuti Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme
SUKOHARJO - Dalam memerangi terorisme dan
radikalisme, muspika, muspida, pelajar, mahasiswa, ormas, MTA, LDII, MUHAMMADIYAH, Santri SMA Ponpes Al-Mukmin Ngruki dan elemen
masyarakat di Sukoharjo berjumlah kurang lebih 26.955 orang menggelar deklarasi anti terorisme dan anti
radikalisme di Alun – alun Satya Negara Sukoharjo.
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, kegiatan ini di lakukan
untuk mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memerangi terorisme
dan radikalisme di Indonesia.
“Kita harus bersatu dan bersama untuk memerangi terorisme dan
radikalisme yang ada di wilayah Kabupaten Sukoharjo,”ungkapnya,
Jumat(29/7/2016).
Terkait hal itu, Ketua MUI Sukoharjo Yazid Anwari, mengatakan, MUI
menolak keras aksi terorisme mapun radikalisme, sebab, perbuatan itu
tidak sesuai dengan ajaran agama.
“Itu akan memecah belah persatuan dan kesatuan di masyarakat
Sukoharjo ataupun di Negara Republik Indonesia (NKRI) ini,”terang dia.
Sementara itu, Deputi Manajer MURI Ariyani Siregar mengatakaan,
pihaknya sudah beberapa kali ke Sukoharjo untuk mencatat rekor yang
dibuat. Menurut dia, aksi deklarasi ini menumbangkan rekor Kepala Badan
Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution
yang dibuat 2015 lalu. Saat itu digelar aksi penyuluhan antiterorisme di
180 sekolah dengan jumlah peserta 7.200 peserta. ”Kami catatkan rekor
hari ini dalam nomor 7.508,” ucap dia. (budi masterpiece/mtaskh7)
Awalul Sanah SDIT MTA Sukoharjo
KABUPATEN SUKOHARJO - Pada hari Sabtu tanggal 23 Juli 2016 SDIT MTA Sukoharjo melaksanakan Awalul Sanah di Gedung baru SDIT MTA Dukuh Pandawa, Desa Joho, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh para orang tua/ wali siswa.
Berhubung pembangunan gedung baru belum selesai seluruhnya (50%) dan mengingat jumlah orang tua/wali siswa yang hadir banyak, khusus untuk kelas satu awalul sanah dilaksanakan di gedung pengajian MTA Cabang Sukoharjo 7 yang beralamat di Sanggrahan, Joho, Sukoharjo.
Untuk mengamankan dan menertipkan berlangsungnya acara, MTA Cabang Sukoharjo 7 mengerahkan satu orang Bankom (Bantuan Komunikasi) dan dua orang Relawan dibantu dua orang Bankom dari MTA Cabang Grogol.
Berhubung pembangunan gedung baru belum selesai seluruhnya (50%) dan mengingat jumlah orang tua/wali siswa yang hadir banyak, khusus untuk kelas satu awalul sanah dilaksanakan di gedung pengajian MTA Cabang Sukoharjo 7 yang beralamat di Sanggrahan, Joho, Sukoharjo.
Untuk mengamankan dan menertipkan berlangsungnya acara, MTA Cabang Sukoharjo 7 mengerahkan satu orang Bankom (Bantuan Komunikasi) dan dua orang Relawan dibantu dua orang Bankom dari MTA Cabang Grogol.
Kontributor : Budi Masterpiece / MTA Cab. SKH 7
Bersih - bersih Gedung MTA Cab. Sukoharjo 7
KABUPATEN SUKOHARJO - MTA Cabang Sukoharjo 7 menggelar kegiatan bersih - bersih tempat pengajian dan lingkungan sekitarnya pada hari Ahad, 17 Juli 2016 dimulai pukul 7 pagi sampai pukul 10.00 di Gedung pengajian MTA Cab. Sukoharjo 7 dukuh Sanggrahan, Kalurahan Joho, Kabupaten Sukoharjo 57513, Jawa Tengah, Indonesia.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus untuk mempererat tali ukhuwah sesama warga.
Para warga MTA Cab. SKH 7 terlihat kompak dan semangat sembari mendengarkan JIHAD PAGI (Pengajian Ahad Pagi) oleh Al Ustadz Drs. H. Ahmad Sukina yang disiarkan secara langsung dari gedung MTA Pusat Jl. Ronggo Warsito 111A Surakarta via satelit Telkom dan disalurkan ke pengeras suara.
Para warga MTA Cab. SKH 7 terlihat kompak dan semangat sembari mendengarkan JIHAD PAGI (Pengajian Ahad Pagi) oleh Al Ustadz Drs. H. Ahmad Sukina yang disiarkan secara langsung dari gedung MTA Pusat Jl. Ronggo Warsito 111A Surakarta via satelit Telkom dan disalurkan ke pengeras suara.
NAFAR RAMADHAN MTA
Nafar Ramadhan 1437 H/ Juni 2016 Warga MTA Cabang Sukoharjo 7
Nafar merupakan salah satu agenda rutin yang diselenggarakan MTA (Majelis Tafsir Al-Qur'an) di setiap bulan Ramadhan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ
انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأرْضِ أَرَضِيتُمْ
بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا قَلِيلٌ (٣٨)إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ
عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ
شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٣٩)إِلا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ
نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ
إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ
اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ
بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى
وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
(٤٠)انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ
وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ
تَعْلَمُونَ
38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan
kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa
berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan
di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di
dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.
39. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa
kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang
lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya
sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
40. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah
telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah)
mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang
ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya:
“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka
Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan
tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang
kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643].
41. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat,
dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang
demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(TQS. At Taubah (9):38-41)
Kegiatan ini diikuti segenap warga Majlis Tafsir Al Qur’an dari semua
umur, semua level pendidikan dan profesi untuk berkumpul menjadi satu
yang sama. Ribuan para Nafirin disebarkan ke berbagai cabang atau
perwakilan MTA di seluruh Indonesia. Dibagi dalam 3 periode sehingga
bisa efektif dan merata.
Dengan Nafar diharapkan akan mempertebal silaturahim, memperdalam
ilmu, memperkuat ukhuwah dan wisata hati bagi yang mengikutinya. Resiko
kesungguhan kegiatan ini tidak ringan, karena peserta Nafar harus rela
meninggalkan segala kegiatan, keluarga dan urusan dunia untuk fokus
meniti jalan lurus ke akherat.
Pemberangakatan setiap periode diawali dengan pembekalan dan
sekaligus penjemputan peserta Nafar di MTA Pusat Surakarta. Untuk
kemudian menuju lokasi tujuan masing-masing yang telah diatur Panitia
Nafar MTA Pusat.
Setiba di lokasi, peserta nafar juga sudah dibekali materi dan jadwal
yang akan dilaksanakan sampai selesai. Secara umum diawali dengan
pengenalan/taaruf antar warga nafar, kemudian mengenal lokasi dan para
warganya juga. Yang tidak kalah penting adalah pemberian materi-materi
dari Ustadz-ustadz yang ditunjuk dari Majlis Pusat. Selain berusaha
disiplin melaksanakan amalan harian, belajar memperbaiki tajwid, saling
mempererat persaudaraan dsb. Ada sesi khusus yakni wisata/ anjangsana ,
berkunjung ke tempat saudara-saudaranya yang telah mapan dalam usaha.
Seperti pelaku wirausaha dan bisnis. Sehingga bisa saling menyerap ilmu,
menambah relasi, ide usaha baru untuk dilanjutkan/diterapkan di daerah
masing-masing.
Jazakumulloh Khairan Katsiraa
Sumber : http//mta-online.com
Langganan:
Komentar (Atom)






